Terbuang Dalam Waktu — Barasuara

  • Pencipta & penyanyi: Barasuara (lirik oleh Asteriska & Iga Massardi)

  • Tahun rilis: 2023 (8 Agustus 2023)

Filosofi Singkat

Lagu ini seperti catatan lembut dari seseorang yang menyadari bahwa waktu terus bergulir dan dengan itu, kenangan, rasa ragu, harapan yang belum usai, semua ikut terseret. “Terbuang Dalam Waktu” mengajak kita untuk merasakan bahwa terkadang kita bukan hanya kehilangan seseorang, tapi juga versi diri kita yang dulu, yang tak lagi sama.
Lebih dalam lagi, lagu ini berbicara tentang keikhlasan: ketika kita rela melepaskan atau menerima bahwa perubahan adalah bagian dari hidup bahwa rasa yang tertinggal di hati bukan akhir, tapi jejak yang menguatkan kita untuk berjalan ke depan.

Makna Lagu

1. “Terbuang” bukan tentang seseorang yang ditinggalkan tapi tentang DIRI di masa lalu

Barasuara sering menulis metafora tentang identitas.

Dalam lagu ini, “terbuang dalam waktu” bisa dimaknai sebagai versi diri kita yang telah hilang, terkubur oleh:

  • rutinitas,

  • pilihan hidup,

  • ambisi yang berubah,

  • atau tekanan sosial.

Bukan orang lain yang hilang, tapi bagian dari diri sendiri yang tidak sempat “tumbuh” atau bahkan sengaja dikorbankan.

Makna yang jarang disadari:

"Lagu ini bisa dibaca sebagai ratapan seseorang terhadap potensi dirinya yang pernah ada, namun kini hilang ditelan usia dan keadaan."

2. Kritik halus terhadap budaya kejar target & produktivitas

Barasuara sering mengkritik modernitas yang memaksa orang “melaju” tanpa pernah berhenti.

“Terbuang dalam waktu” dapat diartikan:

  • mimpi yang tertinggal karena tekanan hidup,

  • tujuan hidup yang terkikis rutinitas,

  • energi masa muda yang habis tergantikan tuntutan ekonomi/karier.

Sebuah perlawanan diam terhadap budaya “harus sukses di usia tertentu”.

3. Waktu sebagai musuh, bukan sekadar latar

Tema waktu pada Barasuara umumnya muncul sebagai:

  • arus perubahan,

  • penanda kedewasaan,

  • atau siklus yang tak terhindarkan.

Tapi di lagu ini, waktu menjadi antagonis:

"sesuatu yang menggerus perlahan
sampai kita “hilang” di dalamnya."

Jarang dibahas, tapi lagu ini sebenarnya menampilkan bagaimana manusia bisa “mati perlahan” tanpa benar-benar mati hanya karena waktu terus berjalan tanpa memberi ruang bagi kita untuk mengambil kembali apa yang hilang.

4. Ketidakmampuan berdamai dengan masa lalu

Banyak lagu Barasuara berbicara tentang perjuangan melangkah maju, tetapi lagu ini justru mengungkap kegagalan membuat rekonsiliasi batin.

“Terbuang dalam waktu” bisa berarti:

  • masa lalu yang ingin diperbaiki,

  • keputusan yang penyesalannya tidak selesai,

  • kenangan yang tidak sempat ditutup.

Makna ini jarang disadari karena lirik Barasuara memakai metafora yang sangat padat, tidak langsung menyebut perasaan “menyesal” atau “kehilangan”.

5. Sindiran terhadap manusia yang hanya menjadi “penonton” hidupnya sendiri

Lagu ini dapat dibaca sebagai:

  • seseorang yang merasa hidupnya bergerak tanpa kendalinya,

  • hanya mengikuti alur waktu,

  • sampai akhirnya “terbuang” karena tidak pernah benar-benar memilih.

Ini sangat Barasuara:

"lirik yang menegur kita karena hidup seperti arus, bukan sebagai nahkoda."

Jarang dibahas karena pendengar umumnya fokus pada nuansa sedihnya, bukan kritik sosialnya.

6. Barasuara selalu bicara tentang perlawanan tapi lagu ini bicara tentang KEHABISAN tenaga untuk melawan

Kebanyakan lagu mereka penuh energi revolusioner.
Yang satu ini berbeda: pasrah, letih, kosong.

Narator bukan lagi pejuang
melainkan korban waktu.

Makna ini tidak tampak jelas, karena musik Barasuara cenderung tetap megah, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa liriknya justru menggambarkan kelelahan eksistensial.

Intro : A . . G . . F . G . (2x)

A             C#m/G#
teringat seru suaramu
      G     F#m
menepis keraguan
F            G
namun dewasa mengubah
A                 C#m/G#
cara pandang dan keikhlasan
    G          F#m
bersaut dan bergulat
F                G
terperai-perai menghilang

C#m    F#m         Bm
   perih yang terasa
   E   -D        C#m
sakit yang tak sirna
  F#m        F    
harapan akankah ada . .
   G
berputar arah . .

Reff :
 C            Am                     Dm
  angan tenggelam dalam kabut dan amarah
          G            F         Em
luka terkuak dan menggebu tanpa arah
               Am    C/G#
tangis yang terbendung
    C/G      F#m7-5
terbuang dalam waktu
     F        G
yang me . . luruh

Interlude : AM7 . . Dm7 . . (2x)

C#m    F#m        Bm
   perih yang terasa
   E    -D         C#m
sakit yang tak sirna
F#m         F 
harapan akankah ada . .
  G
berubah . .

Interlude 2 : 
F#m . F . (4x)
A . F . (3x)
F#m . F . G . .

Reff :
C        Am                    Dm
  melihatmu bersemi dan bermekaran
        G         F         Em
tawa candamu berikan kekuatan
       Am    C/G#
sisa hariku . . 
 C/G     F#m7-5        F     G
pagi berganti waktu memelukmu . .

A         F#m                   Bm
 kita kan tua dan kehilangan pegangan
             E        D         C#m
lihat senyummu memberikan kekuatan
       F#m   A/F    A/E   D#m7-5
sisa nafasku cinta tak kenal waktu
   D       Dm
menja . . gamu . . .
unisound : F-E-D-G#-A

Outro : A . . F . . (4x) A


ABOUT US

Chord Musician is a song chord platform designed to make it easier for musicians, students, and music lovers to play their favorite songs. With a simple yet functional interface, we provide a clean, responsive, and easily accessible chord reading experience across multiple devices. We are committed to providing the most comprehensive, accurate, and constantly updated chord collection. Chord Musician is not just a place to find song chords, but a space for everyone to learn and share music.